Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Lihat Bapak Itu

Lihat bapak itu. Berdiri di pojokan bis Transjakarta, dengan pakaian lesu. Terlihat pula wajahnya yang kotor. Tangannya hitam, tapi terlihat kekar (dan kasar?). Jempolnya sibuk mengetik SMS di HP Nokia-nya. Malu-malu pula dia ingin mengajak berbicara ke orang lain bertanya "sudah di mana ini, mas?" Senyum kecut yang dia berikan, terasa sekali dia takut berbicara dengan orang yang berpakaian lebih rapi dari dirinya. Lalu lihat pula dirimu. Yang baru saja mengeluh. Menggerutu bayar uang parkir dua ribu. Kapan terakhir kali bersyukur?

Saat Air Berganti Menjadi Abu

Sekitar pukul 04.45 WIB, hari Jumat, 14 Februari 2014 waktu itu. Langit masih gelap, suasana masih sunyi. Aku kemudian keluar ruangan setelah berjam-jam ada di suatu ruangan. Tak ada yang aneh menurutku, untuk sesaat. Tapi kemudian, aku melihat tanah menjadi berwarna abu-abu. "Ah, ini mungkin karena mataku masih belum sempurna untuk melihat (dikarenakan berada di dalam ruangan berjam-jam)," pikirku. Aku kemudian melihat sekeliling. Kukucek-kucek mata. Tanah menjadi berwarna abu-abu semua. Langit juga masih gelap. Aku kemudian menjauh dari ruangan, menjauh dari naungan atapnya, untuk memastika. Motor yang ada di sekitarku juga menjadi berwarna abu-abu. Aku kemudian menjulurkan tanganku, seperti mengecek apakah ada sesuatu yang jatuh dari langit. Tanganku menjadi berbintik-bintik warna abu-abu. Aku kemudian bisa menyimpulkan bahwa ini sekarang sedang hujan abu. Aku pun sms temanku yang sudah balik ke Jogja apakah benar sekarang sedang hujan abu, karena memang aku ku...

Fitnah Wanita

Bismillahirrahmanirrahim. Pertama-tama, coba baca ini dulu  http://abusyifabasmalah.blogspot.com/2011/04/cantik-bantu-kami-menjaga-pandangan.html dan ini http://suaraquran.com/taushiyah/fitnah-wanita/   Sudah dibaca? Kalau belum, baca dulu, baru lanjut baca di bawah. Begitulah, laki-laki alim saja bisa tergoda, terjerumus, apalagi saya yang menyebalkan ini? Ketika dilihat wanita yang dirasa menarik baik dari segi penampilan dan sikap, hati ini rasanya sudah keruh. Ingin rasanya berteriak: "HEY, BANTU AKU JAGA PANDANGAN!" atau "HEY, PAKAILAH CADARMU!" atau "HEY, JANGAN KELUAR RUMAH!" Itulah, saking beratnya fitnah ini. Bahkan ada yang dengan sengaja meng-upload foto cantik-cantiknya yang siapa saja (termasuk saya sengaja atau tidak sengaja) bisa melihatnya. #Di Dunia Maya Ada kalanya juga, saat akhwat posting sesuatu di dunia maya, kemudian membuat para ikhwan (bisa jadi termasuk saya) penasaran. Jika saya membaca dari akhwat itu, ingin rasany...

Truk Aja Gandengan... Lantas?

Akhir-akhir ini lagi marak-maraknya sindiran-sindiran "Truk aja gandengan masa' lu nggak" , atau "Tiang listrik aja ada yang meluk, masa' lu nggak" atau "Galon aja ada yang antar-jemput, masa' lu nggak" dan parahnya ada kalimat "Tong sampah aja ada isinya. Masa' hati lu nggak." Lantas? Emang kalo benda-benda mati di atas mendapat perlakuan seperti itu, terus kita mau ikutan gitu? Emang mau disamakan dengan benda mati itu. Mau ikutan benda mati itu gitu? Udah gitu aja. Baca juga: http://rumaysho.com/muslimah/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran-165

Heran Saja Saya

Heran saja saya. Saya heran saja. Saya saja heran. Heran saya saja. Permutasi siklis. (halah...) Seringkali kita mendengar: "Jangan semuanya dikaitkan ke agama. Nggak semuanya bisa dikaitkan ke agama." Heran saja saya. Memangnya tolak ukur sesuatu itu nggak bisa dikaitkan ke agama itu apa? Seringkali kita mendengar: "Ini bukan forum agama. Jadi, jangan bawa-bawa agama" saat diskusi di dalam forum bebas. Saya heran saja. Terus, kalau bukan forum agama, lalu kita bisa berbuat sesuka hati? Seringkali kita mendengar: "Menurutku ini masih boleh kok" saat membantah dalil dan pendapat ulama yang sangat jelas mengenai suatu perkara. Saya saja heran. Apalagi kamu? Seringkali saya melihat uang koin yang tiba-tiba muncul di kantong dan tas di tempat yang terdalam punya saya. Heran saya saja, kamu nggak.

Bagaimana Bisa Aman dari Fitnah?

Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan banyak sekali wanita terlalu bermudahan menunjukkan kecantikannya? Terlalu bermudahan menunjukkan kecantikan di dunia maya, dengan meng-upload foto-foto cantiknya, bahkan foto dengan memakai jilbab besar pun belum aman dari fitnah. Fitnah, fitnah, fitnah... Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan banyak sekali wanita terlalu bermudahan berdekatan dengan lelaki bukan mahramnya? Duduk bersebelahan di kelas, ngobrol sambil bercandaan, lalu memberi senyuman yang sangat berbahaya. Bahaya, bahaya, bahaya... Mengapa bisa merasa nyaman duduk berdekatan bahkan bersebelahan? Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan di tempat kajian pun masih bisa saja berinteraksi dengan lawan jenis? Hijab tak dijaga dengan baik. Kita tak mau saling tolong-menolong dalam keburukan. Bagaimana kalau kita langsung menghapus foto-foto bagus kita di dunia maya? Bagaimana kalau kita langsung jaga jarak pada bukan mahram kita? Bagaimana kalau kita segera men...

Hikmah di Perjalanan

Deruman suara kendaraan terdengar membuat mata ini berat. Mengantuk. Waktu itu, tanggal 23 Agustus 2013, saya melakukan perjalanan Jakarta-Jogja dengan naik bis. Sempat juga hati ini merasa kurang tenang, mengingat harga tiket bisnya Rp 250.000 di mana katanya biasanya tiket bis Jakarta-Jogja itu Rp 150.000-an. Ini juga perjalanan pertama saya Jakarta-Jogja dengan naik bis. Dengan modal keyakinan akan lindungan Allah dengan didoakan orang tua, saya naik bis sendirian dalam perjalanan yang baru pertama kali saya lakukan. Dari Medan ke Jakarta sendiri, saya naik pesawat. Sampai di Jakarta, saya dituntun oleh orang yang baru saya kenal pas beli tiket pesawat di Medan. Kebetulan orang yang saya temui di agen tiket pesawat di Medan itu tujuannya ke Jakarta di tanggal 20 Agustus 2013. Selama perjalanan di bis, saya lebih banyak diam dan memperhatikan jalanan yang baru saya lihat pertama kali (yaiyalah, orang juga naik sendirian. gimana  nggak diam). Berangkat dari jam 12.00 dari Pul...

Bisa Jadi Ini Renungan

Kita memasuki zaman di mana mengerjakan bid'ah lebih baik daripada mengerjakan sunnah. Saat yang tidak merapatkan shaf shalat dianggap menjaga image (jaim), sedangkan yang merapatkan shaf shalat dianggap menjijikkan dan terlalu ekstrimis. Padahal ada perintah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tercinta untuk merapatkan shaf. Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)” HR.Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al...

Memikirkan Jasa Orang Tua

Bismillahirrahmanirrahim. Beberapa hari yang lalu, saya sempat berkunjung ke kota Semarang, dengan agenda untuk ikut rapat organisasi fakultas se-Indonesia. Setelah rapat itu, alhamdulillah, diberi kesempatan untuk berlibur ke tempat-tempat wisata Semarang, salah satunya Lawang Sewu. Tapi di sini saya tidak menceritakan tentang Lawang Sewu melainkan insya Allah menceritakan tentang pelajaran yang saya dapakan secara tiba-tiba. Entahlah, ketika perjalanan pulang menuju Jogja di malam hari, pada pukul sekitar 21.10 WIB, di dalam mobil, saya tiba-tiba mengeluarkan air mata. Hehehe... Saya teringat orang tua saya yang sekarang tinggal di kota Medan. Waktu itu, sambil melihat jalanan di luar mobil, lapangan Simpang Lima, saya tersentak dan berpikir seolah-olah berbicara sendiri: "Inilah. Kamu bisa bahagia pergi ke Semarang, sedangkan orang tuamu belum pernah ke sini. Banyak pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan orang tuamu. Lalu apa yang telah kamu perbuat? Prestasi tak cuku...

Tentang Berbaik Sangka

Bismillah. Alhamdulillah, diberi waktu untuk menulis lagi setelah lama blog ini tak terurus *bersihi sarang laba-laba* Yah, walaupun ini adalah jamnya mahasiswa masih ngerjai tugas yang kurang masuk di akal (catatan: tulisan ini dibuat jam 00.19 WIB) Beberapa hari terakhir, saya mendapatkan suatu pelajaran bahwa pentingya berbaik sangka. Astaghfirullah, alangkah kotor kita jika kita sok tau menganggap seseorang jelek hanya dari kurangnya informasi yang kita dapatkan mengenai seseorang itu. Saya pun juga tidak bersih sempurna. Tapi, kita pun juga berkeinginan untuk menjadi yang lebih baik dalam masalah akhlaq, kalau kita memang yakin bahwa ada pahala terbaik yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Hikmah di Perjalanan

            Matahari bersinar begitu terang. Awan di langit tertata dengan rapi. Suhu udara sesuai dengan keinginan tubuh. Hari Rabu kemarin aku dan 9 temanku lainnya berkumpul di Hutan Biologi UGM. Kami berencana pergi ke Selo, mendaki gunung, dengan mengendarai motor. Semua orang dari kami pergi secara berpasangan dalam satu motor. Aku sendiri berpasangan dengan Hendra. Oke, lebih baik kata “berpasangan” diganti dengan “berbonceng” saja ya.  Iya, aku berboncengan dengan Hendra dalam satu motor.             Setelah berdo'a bersama-sama agar selamat dalam perjalanan, kami pun pergi dengan riang gembira. Terdengar sayup-sayup suara musik entah darimana datangnya layaknya backsound dalam sebuah film. Terdengar lagu Have Fun-nya Sheila On 7.  Belakangan baru kusadari, ternyata itu suara musik yang terdengar dari headphone yang kupakai saat itu.    ...

Berdoa di Twitter dan/atau Facebook?

"Ya Allah, tolonglah hamba. Mudahkanlah hamba besok dalam menghadapinya." - @blabla Kalimat di atas adalah salah satu tweet do'a. Dan ini sering terjadi di antara kita semua. Sebenarnya, benarkah kita berdo'a dengan update status atau tweet seperi itu? Secara pemikiran sempit, sebenarnya niatnya bagus. Tapi, cobalah berpikir, apa yang ada dalam pikiran kita sampai-sampai do'a saja yang seharusnya merupakan semacam 'curhatan' atau 'pengaduan' kita pada Allah SWT Yang Maha Mengetahui harus kita sampaikan dan disebarkan di dunia maya??? Apa yang ada dalam pemikiran kita sampai-sampai berkomunikasi dengan Allah dilakukan dengan mengetik apa yang mau disampaikan dengan tangan, dibaca semua orang, dan lain-lain?

Sebenarnya Saya...

Bismillahirrahmanirrahim. Saya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Saya hanya merasa tidak nyaman jika ada orang yang mengatakan saya itu baik. Saya hanya manusia yang lemah. Sekali dipuji, takut lalai. Saya takut lalai, jika dipuji. Ada potensi terjadinya kelalaian jika dipuji. Haruskah saya memberitahukan kesalahan-kesalahanku yang tidak kalian ketahui? Padahal Allah sudah merahasiakan aibku. Mengapa aib yang sudah dirahasiakan-Nya malah saya umbar?

Semua Itu Ada Jalannya

Setelah pengumuman kelulusanku di UGM, aku tentu harus siap-siap untuk pergi ke Jogja. Nah, masalahnya aku sama sekali belum pernah ke Jawa, apalagi ke Jogja. Dari hari pengumuman, aku terus berburu informasi mengenai Jogja. Ke kakak kelas alumni Smansa yang kuliah di Jogja, dan di internet. Dan tetep, aku sama sekali gak punya gambaran mengenai Jogja dari informasi-informasi yang didapatkan. Aku sama sekali gak ngerti. Aku pun mulai sering-sering online facebook (FYI, facebook aku waktu dibuka itu udah penuh sarang laba-laba karena sudah lama tak tersentuh) untuk cari teman yang lulus di jurusan yang sama. Dan dapatlah, aku satu teman. Aku suka sama dia. Dia baik dan perhatian. Penuh kasih sayang sepertinya. Tapi, aku gak mau pacari dia. Dia menarik juga. Kemudian aku add facebook-nya, follow twitternya, dan mention-mentionan mengenai info Jogja dan UGM. Hasilnya, dia juga gak tau Jogja itu gimana. Aku dan doi pun gelap. Sama-sama gak tau tentang Jogja. Rencananya juga aku ngajak...

Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Perjuanganku setahun terakhir ini menghasilkan sebuah kenyataan yang luar biasa. Les 2 hari seminggu di Ganesha Operation (sengaja lengkap nulis nama bimbelnya biar SEO :D), ditambah 1 bulan penuh sebelum ujian tulis SNMPTN, ternyata membuahkan hasil yang Alhamdulillah memuaskan. Sebelum ujian tulis SNMPTN, aku sudah banyak mengikuti tes-tes ujian masuk perguruan tinggi kedinasan. Pertama sekali, aku ikut seleksi masuk salah satu Sekolah Tinggi Teknologi di Yogyakarta . Pada seleksi ini, aku menaruh pilihan Teknik Informatika di pilihan pertama dan Teknik Penerbangan di pilihan kedua. Alhamdulillah, tanpa diduga-duga, aku lulus di pilihan pertama. Aku lulus dengan 2 orang temanku satu sekolah. Di pengumuman kelulusan, bagi peserta yang lulus seleksi, diwajibkan membayar uang pangkal yang besarnya jutaan rupiah dalam waktu 2 minggu (kalo gak salah). Nah, di sinilah letak kegalauan itu. Uang segitu banyak harus dibayarkan dalam waktu yang bagi ...

Beberapa Hal Sepele yang Lupa Kita Syukuri

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.... *naruh tangan di kantong* Wah, udah lama juga nggak posting. Udah kelihatan usang juga ini blog. Oke, kali ini saya mau bahas ada beberapa hal sepele yang lupa kita (termasuk saya) syukuri. Pertama. Kita bisa tidur nyaman tanpa pilek. Wah, walaupun pilek, penyakit ringan ini bisa menganggu kenyamanan kita tidur juga kan. Gara-gara pilek kita hanya bisa bernafas lewat mulut. Dan ini....bisa buat kita CEPAT HAUS... Waduh, susah susah susah... Belum lagi kita diharuskan untuk tidur dengan posisi miring dalam waktu lama agar hidung tidak mampet. Serius, ini mengganggu banget kan. Rasanya pengen cepat-cepat sembuh dari pilek. Tapi, pas udah sembuh, kita (termasuk saya) terkadang lupa bersyukur. Saya baru nyadar. Kedua. Kita bisa belajar nyaman tanpa pilek. Pilek juga menganggu kita saat belajar. Karena dalam posisi belajar yang mempunyai sikap kemiringan dengan sudut 66 derajat (mendekati sudut 90 derajat atau sinus teta = 1 dengan ...

Ada Surga Di Jarak Sekitar 90 cm Di Bawah Pinggang Ibu

Hari ini, tanggal 22 desember 2011, adalah hari spesial buat ibu/emak/enyak/umi/mama/mami/nyokap/amak kita. Kemuliaan ibu yang begitu besarnya "mengakibatkan" adanya Hari Ibu. Dan kebetulan, di Indonesia Hari Ibu jatuh pada tanggal 22 Desember, dan di setiap negara, hari Ibu jatuh pada tanggal yang berbeda. Dalam suatu hadits, Rasulullah saw. menyebutkan "ibu" sebanyak TIGA KALI, lalu menyebutkan "ayah" sekali. Itu menunjukkan bahwa Rasulullah saw. lebih memuliakan Ibu, lalu memuliakan ayah. Kasih Ibu nggak akan pernah habisnya.

Ke Mana Kita Setelah Tamat Dari SMA, Teman

Nah, itu judul postingan gue kali ini. Sejujurnya, pas gue nulis itu judul, tangan gue agak gemetar. Bibir gue gemeteran. Gigi-gigi gue bergetar. Rambut gue berdiri. Kepala gue goyang-goyang. Bahkan perut gue juga ikutan goyang (Oke. 5 kalimat terakhir cuma bercanda) Kenapa tangan gue gemetar? Karena gue sejujurnya gak tau malu nulis yang ginian. Sejujurnya gue juga belom tau MAU KEMANA GUE SETELAH TAMAT SMA. Oh, Tuhan. (Jangan Tuhan dulu deh). Oh, ayah. Oh, emak. Maafkan putramu yang udah (baca: baru) gede ini karena belom bisa nentui masa depannya, belom bisa nerusi keturunan. (?) Sejujurnya gue di sini mo curhat sekelak ya. Boleh kan. Sikik a'a kok (Indonesia: Sedikit saja. pen) Habis itu ngasih tips-tips yang gue dapat dari buku. Sejujurnya, gue sampe sekarang belom belajar keras untuk menghadapi masa-masa setelah tamat dari SMA. Kata orang itu sih wajar. Tapi, kata buku gak wajar. Malah seharusnya kita udah bersiap-siap sejak kelas 2. Artinya pas di kelas 2 itu kita uda...

8 Fakta Antara Anak Dan Orang Tua

Ini menurut survey yang saya dapet, anak-anak kelakuannya kadang suka bikin orang tua sedih. 1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya. 2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya. 3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya. 4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang. 5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya. 6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya. 7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan. 8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara. Tapi ada 8 fakta juga bahwa ada yang tidak diketahui anak apa yang dirasa juga perbuat sama orang tuanya. 1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya yang lain. 2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya. 3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan...

Ya, Tuhanku

Ada seorang laki - laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan - bulan musim penghujan sudah dimulai. Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat. Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras agak berkepanjangan, permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir. Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang - orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau permukaan air semakin tinggi. Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal di rumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut. “Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut. Si lelaki menjawab: “Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan dise...