Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel

Media yang Salah. Benarkah?

      Dewasa ini, kita disuguhi banyak berita tentang negara Indonesia yang lumayan agak menganggu pikiran. Berita korupsi, bencana, persaingan politik yang buruk, dan lain-lain banyak disuguhi di berbagai media informasi. Sehingga, bagi kalangan orang awam Indonesia yang kurang mau menyaring berita-berita seperti itu bisa berpikir pesimis terhadap negaranya sendiri.       Tapi, apakah Indonesia tidak mempunyai berita bagus? Apakah Indonesia minim prestasi? Apakah benar Indonesia kurang memerhatikan budaya? Apakah benar negara lain memandang jelek Indonesia? Mari kita telusuri dan pelajari.

Kasihan Anak-Anak Zaman Sekarang?

"Kasihan anak-anak zaman sekarang, nggak bisa merasakan nikmatnya alat-alat permainan anak-anak zaman kita" Begitulah kata remaja-remaja zaman sekarang. Pertanyaannya: Apa yang salah jika tidak bisa merasakan alat-alat permainan zaman dahulu kayak gasing, tamiya, crush gear, dan lain-lain? Aku sendiri sih menganggapnya tidak ada yang salah dan tidak merasa kecewa dengan perkembangan zaman yang membuat alat-alat permainan zaman dahulu itu seolah-olah menghilang pada zaman sekarang. Karena memang tidak ada yang perlu dikecewakan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa tidak kecewa karena alat-alat permainan zaman dulu menghilang ya. Belum melihat bagaimana alat-alat permainan zaman sekarang. Hehehe...

Berdoa di Twitter dan/atau Facebook?

"Ya Allah, tolonglah hamba. Mudahkanlah hamba besok dalam menghadapinya." - @blabla Kalimat di atas adalah salah satu tweet do'a. Dan ini sering terjadi di antara kita semua. Sebenarnya, benarkah kita berdo'a dengan update status atau tweet seperi itu? Secara pemikiran sempit, sebenarnya niatnya bagus. Tapi, cobalah berpikir, apa yang ada dalam pikiran kita sampai-sampai do'a saja yang seharusnya merupakan semacam 'curhatan' atau 'pengaduan' kita pada Allah SWT Yang Maha Mengetahui harus kita sampaikan dan disebarkan di dunia maya??? Apa yang ada dalam pemikiran kita sampai-sampai berkomunikasi dengan Allah dilakukan dengan mengetik apa yang mau disampaikan dengan tangan, dibaca semua orang, dan lain-lain?

Seharusnya kita membela Indonesia

Hallo, teman-teman sekalian. Hehehe...  Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh. Kali ini saya mau jelasi opini saya terhadap pemikiran warga Indonesia mengenai pengklaiman budaya oleh negara asing, contohnya negara yang inisialnya "M" itu gan (saya susah ngetik nama negara itu. gelik ) Pemikiran yang berkembang di antara warga negara Indonesia adalah bahwa budaya kita bisa diklaim karena kita kurang memperhatikan budaya kita. Menurut saya, ini pemikiran yang salah. Kenapa? Karena apakah mungkin negara lain tau bahwa negara kita tidak memperhatikan budaya kita sendiri? Bagaimana mereka bisa tau? Nah, kalaupun mereka tau, apa mungkin mereka bisa mengklaim budaya kita sambil berkata kurang lebih seperti ini: "Eh, Indonesia sudah tidak memperhatikan budayanya. Ayo, kita curi." Segampang itukah? Tidak!