"Sunrise. Yah, sunrise itu bagus," kata Wahyu di sekre KMFM. "Bagusnya nggak masuk akal gituh?" sambungku. "Akhir pekan ini kosong, nggak?" tanya Wahyu pada para lelaki di sekre. Terlihat sebagian berbaring santai, sebagian lagi bercerita. Saat itu saya merasa orang yang bercerita adalah orang yang sadis. Sadis sekali berbicara dengan intensitas bunyi beratusan desibel. Supri contohnya. Meskipun, Supri ini punya tubuh yang jika kita melihatnya, hasrat untuk mencubit pipinya bisa timbul. Eh, maaf. "Kenapa?" tanya Ipul dengan suara wibawanya. Dengan gaya bicaranya yang seperti itu, tidak terlalu tua untuk usianya yang sekarang. Cukup singkron dengan wajahnya yang tampan. "Sindoro! Kita ke Sindoro!" Wahyu menjawab dengan antusias. "AYOK! Ayok, ayok!" Aku yang dari posisi berbaring bangkit duduk. Bayanganku pada sunrise di gunung sambil melihat gunung-gunung lain di Pulau Jawa itu sudah cukup membuat rasa kant...