Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Eat, Pray, and Love (Banyuwangi) II

  “Ini kamarku. Kalian tidur di sini, ya,” kata Angga selesai mengantar kami ke kamarnya.   Aku melihat kamar Angga adalah kamar anak cowok yang memiliki hati yang lembut bagaikan duri. Begitu jika tidak mau dikatakan ‘kamar cewek’. Bagaimana tidak? Kamarnya itu rapi, bersih, harum, dan terlalu memiliki suasana yang feminim banget. Tapi, tunggu, Angga. Kamu tidak boleh bangga. Kamar-anak-cowok-yang-memiliki-hati-yang-lembut-bagaikan-duri ini adalah kamar yang kau tinggalkan berbulan-bulan, kawan. Itu artinya orang lainlah yang merawat kamar ini. Kemungkinan besar adalah ibumu. Bukan kamu, kawan. Bukan. Hohohohohoho…. Selesai menata barang di kamar-anak-cowok-yang-memiliki-hati-yang-lembut-bagaikan-duri ini, aku, Wahyu, Wawa, dan Arif keluar menuju ruang keluarga yang sekaligus ruang tamu. Kami disuguhkan cemilan.  Melihat cemilan itu mataku nanar. Menatap dengan birahi. Terlalu sayang untuk tidak dijamah. Lahap. Ya, kami lahap memakannya. Terlebih lagi W...

Saat Air Berganti Menjadi Abu

Sekitar pukul 04.45 WIB, hari Jumat, 14 Februari 2014 waktu itu. Langit masih gelap, suasana masih sunyi. Aku kemudian keluar ruangan setelah berjam-jam ada di suatu ruangan. Tak ada yang aneh menurutku, untuk sesaat. Tapi kemudian, aku melihat tanah menjadi berwarna abu-abu. "Ah, ini mungkin karena mataku masih belum sempurna untuk melihat (dikarenakan berada di dalam ruangan berjam-jam)," pikirku. Aku kemudian melihat sekeliling. Kukucek-kucek mata. Tanah menjadi berwarna abu-abu semua. Langit juga masih gelap. Aku kemudian menjauh dari ruangan, menjauh dari naungan atapnya, untuk memastika. Motor yang ada di sekitarku juga menjadi berwarna abu-abu. Aku kemudian menjulurkan tanganku, seperti mengecek apakah ada sesuatu yang jatuh dari langit. Tanganku menjadi berbintik-bintik warna abu-abu. Aku kemudian bisa menyimpulkan bahwa ini sekarang sedang hujan abu. Aku pun sms temanku yang sudah balik ke Jogja apakah benar sekarang sedang hujan abu, karena memang aku ku...

Menggebu-gebu Menuju Merbabu

Tak diragukan lagi bahwa saat penulisan postingan ini adalah malam Sabtu. Dan dua hari yang lalu adalah Kamis. Tak diragukan lagi. Bukan tanpa maksud menulis kalimat tak jelas di atas. Ada ungkapan yang tersirat dari kalimat di atas. Hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 30 Januari 2014, aku dan 12 orang GF '12 menginjakkan kaki di Puncak Gunung Merbabu. Walhamdulillah. Perencanaan keberangkatan menuju Merbabu dimulai sejak Senin (kalau gak salah). Dari salah seorang GF '12 yang mengaku ganteng, nge-post di group FB Geofisika '12 bahwa akan diadakan Geocamp (Geofisika Camping) #2 di Gunung Merbabu dengan tagline  "Menggebu-gebu Menuju Merbabu". Kami semua janji untuk ngumpul di Kontrakan Sejuta Umat jam 11.00 WIB. Terlihat cahaya menembus jendela. Suara hirupikuk kendaraan sudah terdengar. Kasur yang sekarang menjadi singgasanaku begitu nyaman. Perlahan kubuka mata, lalu kuambil jam tangan, terlihat jarum sudah menunjukkan angka 12 (tepatnya 11...

Sepekan yang Mengesankan di KLG 2014

Bismillah. Bisa jadi tanggal 20-26 Januari 2014 kemarin adalah hari-hari yang memiliki kesan yang serba pertama bagi Geofisika UGM 2012. Yak, waktu itu, kami Geofisika UGM 2012 (selanjutnya disebut GF '12 aja ya) baru saja melewatkan hari-yang-seharusnya-dinikmati-untuk-liburan-semester dengan Kuliah Lapangan Geologi (selanjutnya disebut KLG aja yo). Kenapa bisa jadi ini merupakan hari-hari yang memiliki kesan yang serba pertama? Karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang (walaupun tidak mutlak) pertama kali dilaksanakan. Contohnya mengumpulkan catatan lapangan itu malam sehabis fieldtrip , padahal biasanya, kalau kami fieldtrip,  catatan lapangan itu dikumpulkan berhari-hari setelah fieldtrip -nya. Dan beberapa kegiatan lainnya yang mungkin akan diceritakan di bawah ini secara eksplisit #halah. Kegiatan KLG ini diawali dengan persiapan keberangkatan di Hutan Biologi. Persiapan ini juga termasuk foto-foto juga. Hohohoho... Setelah persiapan di sana-sini (termasuk foto-fo...

Berapi-Api Menuju Merapi

Memang tulisan ini sudah telat banget Tanggal 9 Mei 2013, di siang hari, beberapa pemuda yang mencuri waktu di sela-sela praktikum Fisika Dasar sedang berdiskusi. "Eh, besok kan kita libur beberapa hari, nih. Ke Merapi, yuk!" kata salah seorang pemuda dengan logat Bekasinya. "Eh, ayok!" tanggap seorang pemuda lainnya dengan logat Jambinya. Lalu, percakapan selesai. Aku berpikir itu hanyalah percakapan yang tidak serius. Ya, biasalah, anak muda. Hanya mengobrol di sela-sela waktu luang praktikum. Kemudian, malamnya, aku online facebook . Kulihat ada beberapa notification . Salah satunya dari group Geofisika '12. Ternyata ada postingan pendaftaran siapa saja yang ingin ikut mendaki Gunung Merapi. Yaelah, ternyata serius. Hehehe... Dilihat dari banyaknya komen, sepertinya banyak sekali nih yang mau ikut. Tapi, kemudian, apa yang terjadi? Tepatnya tanggal 10 Mei 2013, fix lah nama-nama yang ikut: Ali, Hendra, Wahyu, Afta, Tangguh, Harun, Jaka, dan Rozak...

Hikmah di Perjalanan

Deruman suara kendaraan terdengar membuat mata ini berat. Mengantuk. Waktu itu, tanggal 23 Agustus 2013, saya melakukan perjalanan Jakarta-Jogja dengan naik bis. Sempat juga hati ini merasa kurang tenang, mengingat harga tiket bisnya Rp 250.000 di mana katanya biasanya tiket bis Jakarta-Jogja itu Rp 150.000-an. Ini juga perjalanan pertama saya Jakarta-Jogja dengan naik bis. Dengan modal keyakinan akan lindungan Allah dengan didoakan orang tua, saya naik bis sendirian dalam perjalanan yang baru pertama kali saya lakukan. Dari Medan ke Jakarta sendiri, saya naik pesawat. Sampai di Jakarta, saya dituntun oleh orang yang baru saya kenal pas beli tiket pesawat di Medan. Kebetulan orang yang saya temui di agen tiket pesawat di Medan itu tujuannya ke Jakarta di tanggal 20 Agustus 2013. Selama perjalanan di bis, saya lebih banyak diam dan memperhatikan jalanan yang baru saya lihat pertama kali (yaiyalah, orang juga naik sendirian. gimana  nggak diam). Berangkat dari jam 12.00 dari Pul...