Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Truk Aja Gandengan... Lantas?

Akhir-akhir ini lagi marak-maraknya sindiran-sindiran "Truk aja gandengan masa' lu nggak" , atau "Tiang listrik aja ada yang meluk, masa' lu nggak" atau "Galon aja ada yang antar-jemput, masa' lu nggak" dan parahnya ada kalimat "Tong sampah aja ada isinya. Masa' hati lu nggak." Lantas? Emang kalo benda-benda mati di atas mendapat perlakuan seperti itu, terus kita mau ikutan gitu? Emang mau disamakan dengan benda mati itu. Mau ikutan benda mati itu gitu? Udah gitu aja. Baca juga: http://rumaysho.com/muslimah/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran-165

Heran Saja Saya

Heran saja saya. Saya heran saja. Saya saja heran. Heran saya saja. Permutasi siklis. (halah...) Seringkali kita mendengar: "Jangan semuanya dikaitkan ke agama. Nggak semuanya bisa dikaitkan ke agama." Heran saja saya. Memangnya tolak ukur sesuatu itu nggak bisa dikaitkan ke agama itu apa? Seringkali kita mendengar: "Ini bukan forum agama. Jadi, jangan bawa-bawa agama" saat diskusi di dalam forum bebas. Saya heran saja. Terus, kalau bukan forum agama, lalu kita bisa berbuat sesuka hati? Seringkali kita mendengar: "Menurutku ini masih boleh kok" saat membantah dalil dan pendapat ulama yang sangat jelas mengenai suatu perkara. Saya saja heran. Apalagi kamu? Seringkali saya melihat uang koin yang tiba-tiba muncul di kantong dan tas di tempat yang terdalam punya saya. Heran saya saja, kamu nggak.

Ceramah Singkat : Tuntunan Taawudz Dalam Membaca Al Quran - Ustadz Aris ...

Bagaimana Bisa Aman dari Fitnah?

Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan banyak sekali wanita terlalu bermudahan menunjukkan kecantikannya? Terlalu bermudahan menunjukkan kecantikan di dunia maya, dengan meng-upload foto-foto cantiknya, bahkan foto dengan memakai jilbab besar pun belum aman dari fitnah. Fitnah, fitnah, fitnah... Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan banyak sekali wanita terlalu bermudahan berdekatan dengan lelaki bukan mahramnya? Duduk bersebelahan di kelas, ngobrol sambil bercandaan, lalu memberi senyuman yang sangat berbahaya. Bahaya, bahaya, bahaya... Mengapa bisa merasa nyaman duduk berdekatan bahkan bersebelahan? Bagaimana bisa aman dari fitnah sedangkan di tempat kajian pun masih bisa saja berinteraksi dengan lawan jenis? Hijab tak dijaga dengan baik. Kita tak mau saling tolong-menolong dalam keburukan. Bagaimana kalau kita langsung menghapus foto-foto bagus kita di dunia maya? Bagaimana kalau kita langsung jaga jarak pada bukan mahram kita? Bagaimana kalau kita segera men...

Bisa Jadi Ini Renungan

Kita memasuki zaman di mana mengerjakan bid'ah lebih baik daripada mengerjakan sunnah. Saat yang tidak merapatkan shaf shalat dianggap menjaga image (jaim), sedangkan yang merapatkan shaf shalat dianggap menjijikkan dan terlalu ekstrimis. Padahal ada perintah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tercinta untuk merapatkan shaf. Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)” HR.Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al...

Hikmah di Perjalanan

            Matahari bersinar begitu terang. Awan di langit tertata dengan rapi. Suhu udara sesuai dengan keinginan tubuh. Hari Rabu kemarin aku dan 9 temanku lainnya berkumpul di Hutan Biologi UGM. Kami berencana pergi ke Selo, mendaki gunung, dengan mengendarai motor. Semua orang dari kami pergi secara berpasangan dalam satu motor. Aku sendiri berpasangan dengan Hendra. Oke, lebih baik kata “berpasangan” diganti dengan “berbonceng” saja ya.  Iya, aku berboncengan dengan Hendra dalam satu motor.             Setelah berdo'a bersama-sama agar selamat dalam perjalanan, kami pun pergi dengan riang gembira. Terdengar sayup-sayup suara musik entah darimana datangnya layaknya backsound dalam sebuah film. Terdengar lagu Have Fun-nya Sheila On 7.  Belakangan baru kusadari, ternyata itu suara musik yang terdengar dari headphone yang kupakai saat itu.    ...

Amalan-Amalan Yang Perlu Dibiasakan

Assalamu'alaikum sahabat (cailah manggil sahabat). Kali ini saya mau sharing amalan-amalan yang perlu dibiasakan. Kalau tidak mampu, silakan lakukan sedikit, asal rutin. Seperti dalam hadits: Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah  shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda, Ø£َØ­َبُّ الأَعْÙ…َالِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ اللَّÙ‡ِ تَعَالَÙ‰ Ø£َدْÙˆَÙ…ُÙ‡َا ÙˆَØ¥ِÙ†ْ Ù‚َÙ„َّ ” Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit. ” 1. Sholat Tahajjud minimal sekali dalam seminggu “Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79) Faedah:

Berdoa di Twitter dan/atau Facebook?

"Ya Allah, tolonglah hamba. Mudahkanlah hamba besok dalam menghadapinya." - @blabla Kalimat di atas adalah salah satu tweet do'a. Dan ini sering terjadi di antara kita semua. Sebenarnya, benarkah kita berdo'a dengan update status atau tweet seperi itu? Secara pemikiran sempit, sebenarnya niatnya bagus. Tapi, cobalah berpikir, apa yang ada dalam pikiran kita sampai-sampai do'a saja yang seharusnya merupakan semacam 'curhatan' atau 'pengaduan' kita pada Allah SWT Yang Maha Mengetahui harus kita sampaikan dan disebarkan di dunia maya??? Apa yang ada dalam pemikiran kita sampai-sampai berkomunikasi dengan Allah dilakukan dengan mengetik apa yang mau disampaikan dengan tangan, dibaca semua orang, dan lain-lain?

Sebenarnya Saya...

Bismillahirrahmanirrahim. Saya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Saya hanya merasa tidak nyaman jika ada orang yang mengatakan saya itu baik. Saya hanya manusia yang lemah. Sekali dipuji, takut lalai. Saya takut lalai, jika dipuji. Ada potensi terjadinya kelalaian jika dipuji. Haruskah saya memberitahukan kesalahan-kesalahanku yang tidak kalian ketahui? Padahal Allah sudah merahasiakan aibku. Mengapa aib yang sudah dirahasiakan-Nya malah saya umbar?

Sungguh, Allah Maha Pengasih

Baru saja hari Arafah, 9 Dzulhijjah kita lewati. Hari itu merupakan hari yang agung. Hari di mana para umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang beribadah dan bermunajat dan juga memenuhi rukun haji di Padang Arafah. Kita yang tidak melaksanakan ibadah haji disunahkan untuk berpuiasa pada tanggal 9 Dzulhijjah itu. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim). Saya cuma menyampaikan kepada pembaca (semoga memang ada pembacanya. hihihi) bahwa Allah Maha Pengasih. Mintalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa kita akan terkabul.  Sesuai dengan Hadits abu hurairah r.a. ia berkata Rasulullah saw bersabda: "Allah berfirman: 'Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum, ma...

Dakwah. Dakwah Everywhere

yang ini sih baik :) Ada yang bilang "Kamu nggak usah sok ceramah deh. Belum juga jadi orang yang paling baik" atau "Kamu nggak usah sok ceramah deh. Emang kamu paling baik? Hah?" atau "Kamu nggak usah sok ceramah deh. Tau apa sih?" Hmmm... gimana respon kamu kalau kamu dapat kritikan seperti itu usai berdakwah? Biasanya sih diam aja. Ya, nggak? :D Nah, jadi gini. Apa iya sih, dakwah itu harus jadi orang yang paling baik di antara orang yang didakwahi dulu? Saya mencoba menjelaskan dari dalil aqli aja dulu. Ketika kamu mengetaui sesuatu yang buruk, apakah baik untuk memendamnya saja untuk diri sendiri tanpa memberi tau orang lain? Jelas tidak, kalau kamu masih berpikir bahwa pahala dari Allah pasti ada. Orang yang berdakwah tidaklah harus jadi yang paling baik di antara orang yang didakwahi karena semua orang punya kebaikan.

Khasiat Mengucapkan "MIM"

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama saya mengucapkan selamat berpuasa buat yang menjalankannya. Oke, ini adalah posting-an pertama gue di bulan puasa (tadi bilang saya, sekarang kok gue?). Jadi gini, tadi malam gue ikutan taraweh (eaakk). Terus ada ceramahnya getowch. Lwo twawu nggwak? Ceramawhnya miriwp stand comedy getowch. Emawng apaawn ituw stand up comedy? Dawn apwa hubungawnnya sawma juduwl di ataws. Gelawk getowch. OKE. SEKARANG LO BOLEH MUNTAH SEPUASNYA.... Tapi tapi.. Karena ceramahnya sambil melawak gitu, gue bilang aja itu mirip stand up comedy, tapi versi religinya. tapi, gue nggak ada maksud menghinanya. Beneran. SERIUS!!! Nah, di antara kalimat-kalimat di dalam ceramah itu, ada bagian yang paling gue suka. Bahkan pas ustadznya ngomong itu, gue udah niat untuk posting. <--- Niat yang baik Jadi, gini. Kata pak ustadz itu ada cara untuk menghilangkan stress, sekalian membuat wajah lebih cara dari sebelumnya. Mau tau caranya? Mau tau? Mau ...

Islam Bukan Teroris

Ini demi berjihad !". Itulah semboyan para teroris-teroris sekarang. Meneror dengan beranggapan bahwa ini jihad. Membunuh orang-orang kafir, musuh Allah. Membunuh dengan cara brutal. Membunuh secara diam-diam. Dan itu, "katanya" dilakukan oleh orang-orang Islam. Wallahu a'lam. Pendapat para teroris yang mengatakan bahwa mereka meneror hanya untuk jihad, menghabisi musuh Allah, dan ironisnya, "katanya" teroris itu orang-orang Islam, jika itu benar, saya malu jadi orang Islam. Sebenarnya, jika mereka memang benar-benar orang Islam dan mengatakan bahwa mereka meneror demi berjihad, mereka benar-benar salah tafsir. Mereka benar-benar mempunyai pemikiran yang tidak panjang. Jika mereka punya pemikiran panjang, tentunya mereka juga berpikir bahwa jika mereka melakukan teror, orang-orang yang tidak bersalah akan menjadi korban juga. Tentu itu bisa menimbulkan dosa juga, kan: membunuh muslim-muslimah yang tak bersalah. Cara mereka meneror dengan bom bunuh dir...

Indahnya Ta'aruf, Buruknya Pacaran

Zaman sekarang, sebagian besar orang malu kalo gak pacaran. Pacaran bagi mereka berguna untuk pernikahan. Dengan pacaran, kita bisa lebih mengenal calon pasangan kita di pernikahan. Tapi, menurut saya, pendapat mereka hanyalah fiktif belaka. Sebenarnya, bagi mereka, pacaran berguna untuk latihan melakukan 'sesuatu' di pernikahan nanti. Mengapa begitu? Karena, dalam pacaran itu sangat dekat dengan 'sesuatu' itu. Contohnya pegangan tangan, elus rambut, elus pipi, cium pipi, cium bibir, sampai ML. Naudzubillah. Ogah, ah. Pacaran itu, istilahnya sama dengan berbuka pada waktu bukan berbuka. Sama seperti ketika siang hari di bulan Ramadhan kita makan, pas maghribnya, udah gak ada lagi kenikmatannya. Wah, ogah juga, ah. Kan lebih enak merasakannya di waktu yang halal. Dalam agama Islam, pacaran itu haram. Tapi para orang yang pacaran bertanya, mengapa pacaran dikatakan haram, sedangkan kata 'pacaran' itu gak ada di Al Quran dan Hadist. Pertanyaan seperti itu ad...

Kalo Islam ..., Saya Tidak Akan Masuk Islam

Begitu banyak masalah di hidup kita. Baik maslah keluarga, masyarakat, negara, bahkan ke-Tuhan-an. Yah. Itu semua gak bisa dipungkiri. Jujur kan? JAngan bo'ong. Bertengkar dengan saudara misalnya. Itu adalah salah satu masalah keluarga dari sekian banyak masalah yang ada di dunia ini. Well, saya gak mo BC" (banyak cakap), to the point aja. Sekarang, di jaman yang super canggih dan serba ilmiah, makin banyak aja orang berpikit dari sudut ilmiah tanpa memikirkan sisi agamanya. Emang bagus sih kalo kita bisa berpikir ilmiah, karna Islam sendiri ngajari