Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pretence

Pretence 6

Hari ini Zhafran berangkat bareng Genta ke kampus. Semalam Genta menginap di kosan Zhafran. Alasannya karena dia lagi ingin tidur di rumah orang saja. "Gilak. Hari ini panas banget", kata Genta mengeluh di jalan menuju kampus. "Namanya Indonesia, Gen", kata Zhafran mulai mengkritik negara Indonesia "Lah, ini, kan, negara lo juga". "Negara lo juga". "Iya..iya.. cerewet amat lo". Sampai di kampus, mereka langsung menuju kantin. Pas mau berangkat tadi, mereka belum sarapan. Maklumlah, kehidupan mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tua hampir sering miris. Di kantin mereka ketemu Dina dengan temannya. Zhafran dan Genta tidak menyapanya. Mereka lagi malas. :D Setelah sarapan, mereka pun ke kelas dan akan ketemu dosen mereka.

Pretence 5

NB: Baca cerita sebelumnya di sini , ya Hari ini, Zhafran, Genta, dan Dina melanjutkan kegiatannya di acara Pameran Budaya Jepang ini. Hari ini pengunjung pameran semakin banyak. Mereke bertiga, sebagai panitia publikasi merasa bangga kalau pesertanya banyak hadir. Artinya mereka berhasil mempublikasi kegiatan. "Wah, Alhamdulillah. Semua kampus yang kita undang mendatangkan perwakilannya ke acara ini," kata Dina ke semua panitia publikasi. Sebagai ketua seksie, dia meraasa bangga. "Semua kampus lo bilang?" tanya Zhafran. "Iya, Zhaf. Kalo lo nggak percaya, silahkan aja cek semua tempat ini dan absen satu-satu kampusnya. Hahahaha..." "Hahaha, iya deh. Gue percaya." Secercah harapan muncul di pikran Zhafran. Akankah dia bisa ketemu Indah hari ini? "Gen, Indah datang nggak?" bisik Zhafran ke Genta. "Gue nggak tau. Lo cek aja deh." "Eh, Indah aktif nggak di PEMA?" PEMA singakatan dari Pemerintah Mahasiswa. ...

Pretence 4

NB: Karena banyaknya permintaan untuk melanjutkan cerita "Pretence" ini (Sebenarnya kata "banyak" itu sama dengan 3 orang), maka gue lanjutkan deh ceritanya. Baca cerita sebelumnya di sini , ya "Lah, lo kok retweet twit dia yang 2 hari yang lalu juga sih? Apa lo gak malu nanti dianggap udah mantau timeline-nya Indah?" tanya Zhafran ke Genta. "Ah, nggak. Iseng aja," kata Genta cengir. "Nanti dia nganggap yang aneh-aneh ke lo gimana?" "Nanti gue bilang cuma iseng ke dia. Tenang aja deh, Zhaf. Gue nggak suka dia kok," kata Genta menepuk pundak Zhafran. "Oy, siapa yang cemburu?" 2 menit kemudian, Indah membalas twit Genta tadi. Gue di lapangan basket, Gen RT @genta21: emang, lo dimana? RT @indahmr: yah, kehujanan "Dia di lapangan basket," kata Genta. "Lapangan basket mana?" "Mana gue tau. Mungkin lapangan basket kampusnya kali." Zhafran merasa kecewa. Saat ini dia berharap ...

Pretence 3

Sejak itu, saat Zhafran melihat Indah, ada rasa lain yang timbul. Akibat, asal menyebut namanya waktu di kafe. Namun sampai sekarang Zhafran tidak menunjukkannya sama Indah secara terang-terangan. Semakin lama, semakin beda rasanya. namun, dia tidak mau SMS-an sama Indah. Zhafran tidak mau harga dirinya sebagai pria terjatuh. Hanya melalui twitter lah mereka berkomunikasi jika tidak ketemu. Tapi, Zhafran tetap tidak mau menunjukkan rasanya. Suatu hari Genta bertanya pada Zhafran "Gen, kok bisa sama Indah sih Gen?" "Gue gak tau." "Hemm." "Gue rasa dia punya inner beauty." "Lo nyesel nyebuti nama dia waktu di kafe itu?" "Banget" "loh? Kenapa?" "Habis lo juga ikutan ramah sama dia di twitter. Katanya lu kan baru kenal sama dia" "Jadi lo cemburu gitu? Hahahaha.." "Makanya gue nyesal udah nyebuti namanya waktu itu. Astaghfirullah." "Mulai deh" Pernah waktu itu, Zha...

Pretence 2

Esoknya, Zhafran, Dina dan Genta juga mengantar proposal. Dan seperti kemarin, mereka berkumpul di kafe biasa mereka. Kali ini tidak ada yang telat dari waktu yang ditentukan. Semua datang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Di kafe itu mereka bercanda dan asyik ngobrol tentang apa saja. "Oh iya. Indah nanti ikut lagi gak, Gen?" tanya dina. "oh, iya. Pasti. Banyak perusahaan yang punya relasi sama bokapnya. Jadi dia mau bantu kita juga." "wah, hebat ya" "Kita nggak berangkat sekarang?" tanya Zhafran. "Yah, masih jam berapa ni, Zhaf. Cepat banget" kata Genta. "Yah, kan lebih cepat lebih baik." Jiwa kedislipinan Zhafran keluar. "nanti aja ya." "Kan gak salah kita cepat-cepat". "Kita kan masih bisa bercanda di sini. Ya, gak, Din?" "Mau jumpa sama siapa sih, Zhaf? Cepat banget" kata Dina. "Sama siapa? Yah gak adalah." "Mau jumpa sama office girl nya, kan...

Pretence

Cerita ini adalah cerita bersambung. Alangkah baiknya untuk terus membacanya ke serial ketiga. Kalo gak enak, close aja. Hahaha "Ayolah. Kayaknya udah telat nih", kata Zhafran sambil melihat jam. "Bentar ya", Dina masih sibuk dengan laptopnya. Terpaksa Zhafran tetap menunggu Dina mengetik proposal di laptopnya. hari ini mereka mau mengantar proposal itu ke beberapa perusahaan untuk mencari dana demi kegiatan mereka. Rencananya Zhafran, Dina dan beberapa anggota organisasinya akan pergi ke luar negeri untuk studi banding. Maka dari itu, untuk meringankan pengeluaran mereka, mereka mengajukan proposal ke beberapa perusahaan. "Oke, udah siap" "Kita print" Mereka pun pergi ke percetakan untuk nge-print proposal. Setelah itu, mereka mengantar proposal itu ke berbagai perusahaan. Rencananya, Zhafran dan Dina akan mengantar propsal dengan Genta besok. Mereka akan ketemu di kafe tempat mereka biasa berkumpul. *** Sudah 5 menit Zhafran ...