Langsung ke konten utama

Postingan

Sikap Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Ada satu hari yang dianggap manusia adalah hari spesial, hari yang lebih spesial dibanding hari-hari biasa lainnya pada satu tahun. Iya, itulah hari ulang tahun. Mengapa hari ulang tahun dianggap spesial? Ternyata, kita mengetahuinya dari orang kafir. Iya, kalau bukan dari orang kafir, kita tidak akan tahu atau menganggap bahwa hari ulang tahun adalah hari yang patut dirayakan dan hari yang dianggap spesial. Mengapa begitu? Karena hari ulang tahun itu tidak dikenal dalam Islam. Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Baca buku :Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298) Memang tidak jarang umat muslim ikut-ikutan menganggap spesial hari ulang tahun. Padahal, anggapan seperti itu sama sekali tidak pernah diajarkan Rasulullah shollallahu ‘a...

Saat Air Berganti Menjadi Abu

Sekitar pukul 04.45 WIB, hari Jumat, 14 Februari 2014 waktu itu. Langit masih gelap, suasana masih sunyi. Aku kemudian keluar ruangan setelah berjam-jam ada di suatu ruangan. Tak ada yang aneh menurutku, untuk sesaat. Tapi kemudian, aku melihat tanah menjadi berwarna abu-abu. "Ah, ini mungkin karena mataku masih belum sempurna untuk melihat (dikarenakan berada di dalam ruangan berjam-jam)," pikirku. Aku kemudian melihat sekeliling. Kukucek-kucek mata. Tanah menjadi berwarna abu-abu semua. Langit juga masih gelap. Aku kemudian menjauh dari ruangan, menjauh dari naungan atapnya, untuk memastika. Motor yang ada di sekitarku juga menjadi berwarna abu-abu. Aku kemudian menjulurkan tanganku, seperti mengecek apakah ada sesuatu yang jatuh dari langit. Tanganku menjadi berbintik-bintik warna abu-abu. Aku kemudian bisa menyimpulkan bahwa ini sekarang sedang hujan abu. Aku pun sms temanku yang sudah balik ke Jogja apakah benar sekarang sedang hujan abu, karena memang aku ku...

Menggebu-gebu Menuju Merbabu

Tak diragukan lagi bahwa saat penulisan postingan ini adalah malam Sabtu. Dan dua hari yang lalu adalah Kamis. Tak diragukan lagi. Bukan tanpa maksud menulis kalimat tak jelas di atas. Ada ungkapan yang tersirat dari kalimat di atas. Hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 30 Januari 2014, aku dan 12 orang GF '12 menginjakkan kaki di Puncak Gunung Merbabu. Walhamdulillah. Perencanaan keberangkatan menuju Merbabu dimulai sejak Senin (kalau gak salah). Dari salah seorang GF '12 yang mengaku ganteng, nge-post di group FB Geofisika '12 bahwa akan diadakan Geocamp (Geofisika Camping) #2 di Gunung Merbabu dengan tagline  "Menggebu-gebu Menuju Merbabu". Kami semua janji untuk ngumpul di Kontrakan Sejuta Umat jam 11.00 WIB. Terlihat cahaya menembus jendela. Suara hirupikuk kendaraan sudah terdengar. Kasur yang sekarang menjadi singgasanaku begitu nyaman. Perlahan kubuka mata, lalu kuambil jam tangan, terlihat jarum sudah menunjukkan angka 12 (tepatnya 11...

Sepekan yang Mengesankan di KLG 2014

Bismillah. Bisa jadi tanggal 20-26 Januari 2014 kemarin adalah hari-hari yang memiliki kesan yang serba pertama bagi Geofisika UGM 2012. Yak, waktu itu, kami Geofisika UGM 2012 (selanjutnya disebut GF '12 aja ya) baru saja melewatkan hari-yang-seharusnya-dinikmati-untuk-liburan-semester dengan Kuliah Lapangan Geologi (selanjutnya disebut KLG aja yo). Kenapa bisa jadi ini merupakan hari-hari yang memiliki kesan yang serba pertama? Karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang (walaupun tidak mutlak) pertama kali dilaksanakan. Contohnya mengumpulkan catatan lapangan itu malam sehabis fieldtrip , padahal biasanya, kalau kami fieldtrip,  catatan lapangan itu dikumpulkan berhari-hari setelah fieldtrip -nya. Dan beberapa kegiatan lainnya yang mungkin akan diceritakan di bawah ini secara eksplisit #halah. Kegiatan KLG ini diawali dengan persiapan keberangkatan di Hutan Biologi. Persiapan ini juga termasuk foto-foto juga. Hohohoho... Setelah persiapan di sana-sini (termasuk foto-fo...

Fitnah Wanita

Bismillahirrahmanirrahim. Pertama-tama, coba baca ini dulu  http://abusyifabasmalah.blogspot.com/2011/04/cantik-bantu-kami-menjaga-pandangan.html dan ini http://suaraquran.com/taushiyah/fitnah-wanita/   Sudah dibaca? Kalau belum, baca dulu, baru lanjut baca di bawah. Begitulah, laki-laki alim saja bisa tergoda, terjerumus, apalagi saya yang menyebalkan ini? Ketika dilihat wanita yang dirasa menarik baik dari segi penampilan dan sikap, hati ini rasanya sudah keruh. Ingin rasanya berteriak: "HEY, BANTU AKU JAGA PANDANGAN!" atau "HEY, PAKAILAH CADARMU!" atau "HEY, JANGAN KELUAR RUMAH!" Itulah, saking beratnya fitnah ini. Bahkan ada yang dengan sengaja meng-upload foto cantik-cantiknya yang siapa saja (termasuk saya sengaja atau tidak sengaja) bisa melihatnya. #Di Dunia Maya Ada kalanya juga, saat akhwat posting sesuatu di dunia maya, kemudian membuat para ikhwan (bisa jadi termasuk saya) penasaran. Jika saya membaca dari akhwat itu, ingin rasany...

Truk Aja Gandengan... Lantas?

Akhir-akhir ini lagi marak-maraknya sindiran-sindiran "Truk aja gandengan masa' lu nggak" , atau "Tiang listrik aja ada yang meluk, masa' lu nggak" atau "Galon aja ada yang antar-jemput, masa' lu nggak" dan parahnya ada kalimat "Tong sampah aja ada isinya. Masa' hati lu nggak." Lantas? Emang kalo benda-benda mati di atas mendapat perlakuan seperti itu, terus kita mau ikutan gitu? Emang mau disamakan dengan benda mati itu. Mau ikutan benda mati itu gitu? Udah gitu aja. Baca juga: http://rumaysho.com/muslimah/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran-165

Berapi-Api Menuju Merapi

Memang tulisan ini sudah telat banget Tanggal 9 Mei 2013, di siang hari, beberapa pemuda yang mencuri waktu di sela-sela praktikum Fisika Dasar sedang berdiskusi. "Eh, besok kan kita libur beberapa hari, nih. Ke Merapi, yuk!" kata salah seorang pemuda dengan logat Bekasinya. "Eh, ayok!" tanggap seorang pemuda lainnya dengan logat Jambinya. Lalu, percakapan selesai. Aku berpikir itu hanyalah percakapan yang tidak serius. Ya, biasalah, anak muda. Hanya mengobrol di sela-sela waktu luang praktikum. Kemudian, malamnya, aku online facebook . Kulihat ada beberapa notification . Salah satunya dari group Geofisika '12. Ternyata ada postingan pendaftaran siapa saja yang ingin ikut mendaki Gunung Merapi. Yaelah, ternyata serius. Hehehe... Dilihat dari banyaknya komen, sepertinya banyak sekali nih yang mau ikut. Tapi, kemudian, apa yang terjadi? Tepatnya tanggal 10 Mei 2013, fix lah nama-nama yang ikut: Ali, Hendra, Wahyu, Afta, Tangguh, Harun, Jaka, dan Rozak...