Langsung ke konten utama

Postingan

Silhouette Nampil Lagi

Kayaknya dari judul di atas, bisa ditebak kalo gue ini sedang berdusta. Tapi, jujur, gue tidaklah melakukan pendustaan tersebut, melainkan diriku jujur sepenuh hati atas permasalahan di atas. Oke. GUE UDAH MELAKUKAN PEMBAHASAAN YANG MUBAZIR. Ngomong-ngomong tentang "pembahasaan yang mubazir", gue jadi semakin benci akan hal tersebut. Yah, bahasa kasarnya, gue nggak suka bahasa resmi. Hehehehe... Bukan berarti gue benci sama Indonesia, ya. Jujur. Gue sangat cinta negara tersebut (ngomong apa lagi ini? -_-) Tapi, apalah daya. Surat-surat resmi, dan segala macamnya banyak mengandung unsur bahasa formal, dan pembahasan mengenai penggunaan bahasa formal udah gue bahas pada postingan gue yang ini Oke. Stop untuk berbicara yang aneh-aneh. Lidah gue sudah terlipat dengan sangat rapi <--- ini apa lagi? -_- Back to topic.

Tips Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Jerawat memang penyakit wajah yang banyak dimiliki kebanyakan orang. Dan jerawat ini bisa juga buat kita kurang pede :). Nah, di sini saya akan ngasih tips buat teman-teman yang berjerawat gimana caranya menghilangkan penyakit yang nggak enak tersebut :) 1. Mencuci wajah 2 kali sehari Tips menghilangkan jerawat yang pertama adalah dengan cara mencuci wajah 2 kali sehari. Mencuci wajah 2 kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit kita. Jika kita jarang membersihkannya, maka bakteri penyebab jerawat akan hidup subur di wajah kita. Namun ingat..jangan mencuci wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena malah akan meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah kulit pada wajah. Cucilah wajah 2 kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut. 2. Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit anda Jika kulit anda berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak, jika kosmetik yang anda gunakan tidak sesuai dengan jenis ...

Sebenarnya Indonesia Itu "Hebat"!

Saya yakin Indonesia itu hebat. Buktinya: (kalo saya nggak salah) Setiap ada olimpiade sains internasional, perwakilan Indonesia selalu mendapatkan medali. Pertanyaan: Lalu, mengapa Indonesia sering menyatakan kalo masyarakatnya bodoh-bodoh? Saya berani ngasih pernyataan kalo orang Indonesia itu memang banyak yang pintar.  Terus kenapa banyak yang bilang, terutama orang Indonesianya sendiri yang bilang kalo negaranya bodoh? Satu hal yang pasti, gak ada satu negarapun yang semua rakyatnya pintar (ya, pastilah -__-). Sebenarnya jawabannya sederhana: Rakyat Indonesia dipaksa mempelajari semua pelajaran tanpa memikirkan minat siswa dari awal. Oke, kalo SD bolehlah mempelajari hal yang pada umumnya dipelajari, tapi kalo SMA kenapa harus mempelajari banyak juga? Kenapa cuma dibagi IPA atau IPS? Kenapa nggak disesuaikan aja sama yang benar-benar diminati siswa kayak yang diluar negeri itu? Mereka bisa ngambil pelajaran yang mereka suka dengan ketentuan tertentu pastinya. Oke, memang...

Etika Dalam Ber-Twitter

Assalamu'alaikum. Oke, kali ini saya mau ngasih tips-tips dalam ber-twitter dengan baik. Tips-tips ini Insya Allah berguna demi menghormati follower kita dalam menyimak TL (timeline). Langsung aja, ya. 1. Manfaatkanlah fasilitas "reply" Oke, sejujurnya saya nggak tau apakah "reply" pantas dibilang "fasilitas" , karena sejujurnya juga saya nggak tau sebutan apa yang pantas buat "reply" tersebut. #Abaikan Nah, jadi "reply" dalam twitter itu adalah nge-twit dengan "mention " username teman kita dengan meletekkan username-nya di depan kalimat. Ini gunanya agar twit kita yang mention teman kita itu hanya dibaca oleh follower kita dan follower teman kita. Ini kan nggak masalah buat follower kita yang baca twit kita tadi. Jangan sekali-kali kita meletakkan username di belakang kalimat. Akibat dari ini, semua follower kita membaca twit kita. Contoh yang benar: @Poconggg cong, lo kok bisa punya ide buat username poconggg...

Sahibul Mushola 8

Baca cerita sebelumnya  di sini , ya :) "Dan aku akan ke kantor pos itu" kataku dengan mantap. "Di mana alamatnya?" tanya Hafiz. "Di Jalan Krakatau, Kampung Durian" "Oh, ya ya. Aku tahu," kata Ilham. "Kau sendiri yang ke sana, Li?" tanya Bayu. "Iya," "Oh, jadi kau nggak percaya sama kami?" "Maksudnya? Oh, ya ya. Kalau kalian mau ikut, ayoklah," kataku. "Kapan, Li?" tanya Mitra. "Aku harus tahu info dari surat aneh atau kertas aneh itu atau apalah yang aneh-aneh itu sekarang," kataku. "Jadi sekarang? Nggak solat dulu?" tanya Hafiz. "Aku solat di sana nanti. Gimana? Kalian mau ikut sekarang?"

Waktu Itu Sangat Cepat Berputar

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sekarang gue posting pas saya (seh, bilang 'saya') lagi galau. Galau gara-gara begitu banyaknya Try Out, banyaknya ujian di sekolah, dan gara-gara semalam gue mimpi indah. Di postingan ini gue mau curhat sedikit. Dan kayaknya baru kali ini gue posting tentang curhatan penuh. Pertama, selama gue hidup 17 tahun lebih ini, baru kali ini gue merasa semakin dewasa. Ternyata, gue udah 17 tahun hidup di dunia ini. GAK TERASA GUE UDAH MAU KULIAH Kalimat yang bercetak tebal dan berwarna merah itu baru gue sadari setelah ada adik kelas ( Liza ) yang mengingatkan kalo gue udah mau kuliah. Pas kalimat-kalimat itu terlontar dari dia, seketika itu gue speechless . Gue merenung selama kurang lebih 3, 29 detik. Dia benar. Gak terasa gue udah mau kuliah.

Sahibul Mushola 7

NB: Cerita "Sahibul Mushola" ini bukan kisah nyata, bukan juga diary saya. Cerita ini hanyalah fiktif. :) Baca cerita sebelumnya di sini , ya :) Tak terasa, ternyata aku sudah tidur selama 3 jam dari jam 9 pagi tadi. Mungkin karena semalam aku cuma tidur 2 jam di rumah Farouq. Entah kenapa aku kali itu bisa tidur nyenyak padahal ada kertas aneh itu lagi, kertas yang didapat Hafiz dan kawan-kawan di jalan. Sekali lagi pertanyaan itu keluar: "Kenapa pengirim atau peletak kertas itu bisa tahu aku ada di sekitar jalan itu?" Seperti biasa, kalau aku baru bangun, aku selalu tampak keren. Rambutku yang lebat menjadi berantakan. Yah, ini sekalian pemujian diri sendiri daripada tidak ada yang memuji. :D Dan aku tidak pernah menata rapi rambutku yang suka berantakan jika baru bangun tidur. Setelah melihat jam, seperti biasa, aku kembali merebahkan badan untuk "tidur-tiduran ayam" karena memang  masih atau lebih tepatnya "tidak ada" hal yang perlu ...