Langsung ke konten utama

Postingan

Sahibul Mushola 8

Baca cerita sebelumnya  di sini , ya :) "Dan aku akan ke kantor pos itu" kataku dengan mantap. "Di mana alamatnya?" tanya Hafiz. "Di Jalan Krakatau, Kampung Durian" "Oh, ya ya. Aku tahu," kata Ilham. "Kau sendiri yang ke sana, Li?" tanya Bayu. "Iya," "Oh, jadi kau nggak percaya sama kami?" "Maksudnya? Oh, ya ya. Kalau kalian mau ikut, ayoklah," kataku. "Kapan, Li?" tanya Mitra. "Aku harus tahu info dari surat aneh atau kertas aneh itu atau apalah yang aneh-aneh itu sekarang," kataku. "Jadi sekarang? Nggak solat dulu?" tanya Hafiz. "Aku solat di sana nanti. Gimana? Kalian mau ikut sekarang?"

Waktu Itu Sangat Cepat Berputar

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sekarang gue posting pas saya (seh, bilang 'saya') lagi galau. Galau gara-gara begitu banyaknya Try Out, banyaknya ujian di sekolah, dan gara-gara semalam gue mimpi indah. Di postingan ini gue mau curhat sedikit. Dan kayaknya baru kali ini gue posting tentang curhatan penuh. Pertama, selama gue hidup 17 tahun lebih ini, baru kali ini gue merasa semakin dewasa. Ternyata, gue udah 17 tahun hidup di dunia ini. GAK TERASA GUE UDAH MAU KULIAH Kalimat yang bercetak tebal dan berwarna merah itu baru gue sadari setelah ada adik kelas ( Liza ) yang mengingatkan kalo gue udah mau kuliah. Pas kalimat-kalimat itu terlontar dari dia, seketika itu gue speechless . Gue merenung selama kurang lebih 3, 29 detik. Dia benar. Gak terasa gue udah mau kuliah.

Sahibul Mushola 7

NB: Cerita "Sahibul Mushola" ini bukan kisah nyata, bukan juga diary saya. Cerita ini hanyalah fiktif. :) Baca cerita sebelumnya di sini , ya :) Tak terasa, ternyata aku sudah tidur selama 3 jam dari jam 9 pagi tadi. Mungkin karena semalam aku cuma tidur 2 jam di rumah Farouq. Entah kenapa aku kali itu bisa tidur nyenyak padahal ada kertas aneh itu lagi, kertas yang didapat Hafiz dan kawan-kawan di jalan. Sekali lagi pertanyaan itu keluar: "Kenapa pengirim atau peletak kertas itu bisa tahu aku ada di sekitar jalan itu?" Seperti biasa, kalau aku baru bangun, aku selalu tampak keren. Rambutku yang lebat menjadi berantakan. Yah, ini sekalian pemujian diri sendiri daripada tidak ada yang memuji. :D Dan aku tidak pernah menata rapi rambutku yang suka berantakan jika baru bangun tidur. Setelah melihat jam, seperti biasa, aku kembali merebahkan badan untuk "tidur-tiduran ayam" karena memang  masih atau lebih tepatnya "tidak ada" hal yang perlu ...

Pretence 6

Hari ini Zhafran berangkat bareng Genta ke kampus. Semalam Genta menginap di kosan Zhafran. Alasannya karena dia lagi ingin tidur di rumah orang saja. "Gilak. Hari ini panas banget", kata Genta mengeluh di jalan menuju kampus. "Namanya Indonesia, Gen", kata Zhafran mulai mengkritik negara Indonesia "Lah, ini, kan, negara lo juga". "Negara lo juga". "Iya..iya.. cerewet amat lo". Sampai di kampus, mereka langsung menuju kantin. Pas mau berangkat tadi, mereka belum sarapan. Maklumlah, kehidupan mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tua hampir sering miris. Di kantin mereka ketemu Dina dengan temannya. Zhafran dan Genta tidak menyapanya. Mereka lagi malas. :D Setelah sarapan, mereka pun ke kelas dan akan ketemu dosen mereka.

Pretence 5

NB: Baca cerita sebelumnya di sini , ya Hari ini, Zhafran, Genta, dan Dina melanjutkan kegiatannya di acara Pameran Budaya Jepang ini. Hari ini pengunjung pameran semakin banyak. Mereke bertiga, sebagai panitia publikasi merasa bangga kalau pesertanya banyak hadir. Artinya mereka berhasil mempublikasi kegiatan. "Wah, Alhamdulillah. Semua kampus yang kita undang mendatangkan perwakilannya ke acara ini," kata Dina ke semua panitia publikasi. Sebagai ketua seksie, dia meraasa bangga. "Semua kampus lo bilang?" tanya Zhafran. "Iya, Zhaf. Kalo lo nggak percaya, silahkan aja cek semua tempat ini dan absen satu-satu kampusnya. Hahahaha..." "Hahaha, iya deh. Gue percaya." Secercah harapan muncul di pikran Zhafran. Akankah dia bisa ketemu Indah hari ini? "Gen, Indah datang nggak?" bisik Zhafran ke Genta. "Gue nggak tau. Lo cek aja deh." "Eh, Indah aktif nggak di PEMA?" PEMA singakatan dari Pemerintah Mahasiswa. ...

Pretence 4

NB: Karena banyaknya permintaan untuk melanjutkan cerita "Pretence" ini (Sebenarnya kata "banyak" itu sama dengan 3 orang), maka gue lanjutkan deh ceritanya. Baca cerita sebelumnya di sini , ya "Lah, lo kok retweet twit dia yang 2 hari yang lalu juga sih? Apa lo gak malu nanti dianggap udah mantau timeline-nya Indah?" tanya Zhafran ke Genta. "Ah, nggak. Iseng aja," kata Genta cengir. "Nanti dia nganggap yang aneh-aneh ke lo gimana?" "Nanti gue bilang cuma iseng ke dia. Tenang aja deh, Zhaf. Gue nggak suka dia kok," kata Genta menepuk pundak Zhafran. "Oy, siapa yang cemburu?" 2 menit kemudian, Indah membalas twit Genta tadi. Gue di lapangan basket, Gen RT @genta21: emang, lo dimana? RT @indahmr: yah, kehujanan "Dia di lapangan basket," kata Genta. "Lapangan basket mana?" "Mana gue tau. Mungkin lapangan basket kampusnya kali." Zhafran merasa kecewa. Saat ini dia berharap ...

Cara Memasang Twitter Follow Button yang Cantik

Oke, sekarang gue mau ngasih tutorial blog nih. Tutorial kali ini tentang cara memasang Twitter Follow Button di blog kayak punya gue yang di atas tu. Untuk twitter follow button yang paling atas caranya kayak gini, nih. L:angkah1: Ketika sudah login di blog, klik Rancangan --> Edit Laman Langkah 2: Klik Tambah Gadget Langkah 3: Pilih html/javascript Langkah 4: Copy kode berikut: <a href="http://twitter.com/imran427" class="twitter-follow-button" data-show-count="false">Follow @imran427</a> <script src="http://platform.twitter.com/widgets.js" type="text/javascript"></script> Nah, kamu boleh ganti "imran427" itu dengan username twitter kamu. Kemudian untuk follow button yang di bawahnya, caranya gini. Ikuti langkah 1 sampai 3 di atas. Kemudian langkahselanjutnya, copy kode berikut: <object type="application/x-shockwave-flash" data="http://www.buzzbuttons.com/BUTT...