Langsung ke konten utama

Postingan

Memikirkan Jasa Orang Tua

Bismillahirrahmanirrahim. Beberapa hari yang lalu, saya sempat berkunjung ke kota Semarang, dengan agenda untuk ikut rapat organisasi fakultas se-Indonesia. Setelah rapat itu, alhamdulillah, diberi kesempatan untuk berlibur ke tempat-tempat wisata Semarang, salah satunya Lawang Sewu. Tapi di sini saya tidak menceritakan tentang Lawang Sewu melainkan insya Allah menceritakan tentang pelajaran yang saya dapakan secara tiba-tiba. Entahlah, ketika perjalanan pulang menuju Jogja di malam hari, pada pukul sekitar 21.10 WIB, di dalam mobil, saya tiba-tiba mengeluarkan air mata. Hehehe... Saya teringat orang tua saya yang sekarang tinggal di kota Medan. Waktu itu, sambil melihat jalanan di luar mobil, lapangan Simpang Lima, saya tersentak dan berpikir seolah-olah berbicara sendiri: "Inilah. Kamu bisa bahagia pergi ke Semarang, sedangkan orang tuamu belum pernah ke sini. Banyak pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan orang tuamu. Lalu apa yang telah kamu perbuat? Prestasi tak cuku...

Tentang Berbaik Sangka

Bismillah. Alhamdulillah, diberi waktu untuk menulis lagi setelah lama blog ini tak terurus *bersihi sarang laba-laba* Yah, walaupun ini adalah jamnya mahasiswa masih ngerjai tugas yang kurang masuk di akal (catatan: tulisan ini dibuat jam 00.19 WIB) Beberapa hari terakhir, saya mendapatkan suatu pelajaran bahwa pentingya berbaik sangka. Astaghfirullah, alangkah kotor kita jika kita sok tau menganggap seseorang jelek hanya dari kurangnya informasi yang kita dapatkan mengenai seseorang itu. Saya pun juga tidak bersih sempurna. Tapi, kita pun juga berkeinginan untuk menjadi yang lebih baik dalam masalah akhlaq, kalau kita memang yakin bahwa ada pahala terbaik yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Hikmah di Perjalanan

            Matahari bersinar begitu terang. Awan di langit tertata dengan rapi. Suhu udara sesuai dengan keinginan tubuh. Hari Rabu kemarin aku dan 9 temanku lainnya berkumpul di Hutan Biologi UGM. Kami berencana pergi ke Selo, mendaki gunung, dengan mengendarai motor. Semua orang dari kami pergi secara berpasangan dalam satu motor. Aku sendiri berpasangan dengan Hendra. Oke, lebih baik kata “berpasangan” diganti dengan “berbonceng” saja ya.  Iya, aku berboncengan dengan Hendra dalam satu motor.             Setelah berdo'a bersama-sama agar selamat dalam perjalanan, kami pun pergi dengan riang gembira. Terdengar sayup-sayup suara musik entah darimana datangnya layaknya backsound dalam sebuah film. Terdengar lagu Have Fun-nya Sheila On 7.  Belakangan baru kusadari, ternyata itu suara musik yang terdengar dari headphone yang kupakai saat itu.    ...

Amalan-Amalan Yang Perlu Dibiasakan

Assalamu'alaikum sahabat (cailah manggil sahabat). Kali ini saya mau sharing amalan-amalan yang perlu dibiasakan. Kalau tidak mampu, silakan lakukan sedikit, asal rutin. Seperti dalam hadits: Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah  shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda, أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ ” Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit. ” 1. Sholat Tahajjud minimal sekali dalam seminggu “Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79) Faedah:

Media yang Salah. Benarkah?

      Dewasa ini, kita disuguhi banyak berita tentang negara Indonesia yang lumayan agak menganggu pikiran. Berita korupsi, bencana, persaingan politik yang buruk, dan lain-lain banyak disuguhi di berbagai media informasi. Sehingga, bagi kalangan orang awam Indonesia yang kurang mau menyaring berita-berita seperti itu bisa berpikir pesimis terhadap negaranya sendiri.       Tapi, apakah Indonesia tidak mempunyai berita bagus? Apakah Indonesia minim prestasi? Apakah benar Indonesia kurang memerhatikan budaya? Apakah benar negara lain memandang jelek Indonesia? Mari kita telusuri dan pelajari.

Kasihan Anak-Anak Zaman Sekarang?

"Kasihan anak-anak zaman sekarang, nggak bisa merasakan nikmatnya alat-alat permainan anak-anak zaman kita" Begitulah kata remaja-remaja zaman sekarang. Pertanyaannya: Apa yang salah jika tidak bisa merasakan alat-alat permainan zaman dahulu kayak gasing, tamiya, crush gear, dan lain-lain? Aku sendiri sih menganggapnya tidak ada yang salah dan tidak merasa kecewa dengan perkembangan zaman yang membuat alat-alat permainan zaman dahulu itu seolah-olah menghilang pada zaman sekarang. Karena memang tidak ada yang perlu dikecewakan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa tidak kecewa karena alat-alat permainan zaman dulu menghilang ya. Belum melihat bagaimana alat-alat permainan zaman sekarang. Hehehe...

Berdoa di Twitter dan/atau Facebook?

"Ya Allah, tolonglah hamba. Mudahkanlah hamba besok dalam menghadapinya." - @blabla Kalimat di atas adalah salah satu tweet do'a. Dan ini sering terjadi di antara kita semua. Sebenarnya, benarkah kita berdo'a dengan update status atau tweet seperi itu? Secara pemikiran sempit, sebenarnya niatnya bagus. Tapi, cobalah berpikir, apa yang ada dalam pikiran kita sampai-sampai do'a saja yang seharusnya merupakan semacam 'curhatan' atau 'pengaduan' kita pada Allah SWT Yang Maha Mengetahui harus kita sampaikan dan disebarkan di dunia maya??? Apa yang ada dalam pemikiran kita sampai-sampai berkomunikasi dengan Allah dilakukan dengan mengetik apa yang mau disampaikan dengan tangan, dibaca semua orang, dan lain-lain?