Sabtu, 21 April 2012

Ad Astra Per Aspera

"Menggapai bintang dengan jerih payah"

Itulah arti dari judul di atas. Ini adalah tema perpisahan SMAN 1 Medan yang baru aja dilaksanakan tanggal 11 April kemarin. Dan, FYI, ini adalah perpisahan yang pertama kali dilaksanakan di dalam sekolah setelah beberapa tahun terakhir ini selalu dilaksanakan di luar sekolah (biasanya di hotel)

Tentu saja, sebagian besar anak Smansa kecewa karena pelaksanaan perpisahan yang biasanya di luar sekolah, sekarang malah di dalam sekolah. Yah, kalau aku sih tentu fine-fine aja. Semua terpaksa ikut aturan dari Dinas Pendidikan Kota Medan ini.

Persiapan sudah bagus dari panitianya. Kami, seluruh anak kelas XII memerhatikan persiapan dari panitia pas H-1 nya. Beneran. Sekolah disulap jadi gedung. Yah, ini sedikit mengobati kekecewaan kami selama ini. Walaupun kagak di luar, yah setidaknya di dalam sekolah juga mirip dengan gedung.

Aku, Ilham, Faruq, Mitra, dan Sulek masih berada di dalam sekolah pada jam 9 malam. Kami masih mau check sound untuk penampilan Silhouette di acara perpisahan besok. Alhamdulillah, check sound juga bagus.

Hari H-nya pun datang. Aku pakai setelan jas terbaikku. Jas pinjeman tentunya dong :D. Aku merasa (bukan sombong) kegantenganku meningkat 0,9874% ketika memakai jas.

Aku, Sulek, dan Ilham pergi bareng ke sekolah. Begitu sampai sekolah, kami disambut oleh panitia yang tampan dan cantiknya nggak masuk akal. Kami layaknya aktor-aktor Hollywood yang bakal dapat Oscar (cailah)


Begitu sampai, Aku takjub. Sulek takjub. Ilham takjub. Aku, Sulek, Ilham takjub. Aku, Ilham, Sulek takjub. Ilham, Sulek, Aku takjub. Ilham, Aku, Sulek takjub. Sulek, Ilham, Aku takjub. Sulek, Aku, Ilham takjub. Kita semua takjub <--- ini salah satu contoh permutasi siklis.

Kenapa takjub? Karena kita melihat Oki Setiana yang cantiknya nggak masuk akal. Hehehe.. Nggak ding. Itu karena Smansa benar-benar disulap kayak gedung. Beneran deh.

Acara? Tentu saja ngaret. Yah, biasalah. Ngaret dua jam. T_T

Acara demi acara dilalui. Penampilan tiap kelas XII dilalui. Ada kelas yang penampilannya kreatif gilak, ada juga yang penampilannya yang garingnya aduhai (termasuk kelasku)

Dan, tibalah saatnya....penampilan dari band papan at..maksudnya band cupu.. Silhouette!!!

Yap, itulah nama band ku. Silhouette. Kami nampil sekitar pukul 15.40. Berarti 10 menit lagi adzan Ashar. Sebenarnya panitia galau. Antara tetap jalani penampilan Silhouette atau tunggu adzan dulu yang berarti acara kosong selama 10 menit. Akhirnya, setelah bergelut dan berdebat dengan pemimpin panitia dimana ada banyak interupsi di dalamnya (eh, ini kan rapat Lembaga negara yang itu ya), Silhoutte pun nampil sekarang juga.

Aku duluan naik panggung dari bakcstage, lalu dilanjuti teman-teman yang lain. Begitu kami naik, ada teriakan "Woy..turun..woy..!!" Ini beneran. Sumpah.

Pas, semua personil siap, aku pun langsung memainkan melodi 'I Will Fly'-nya Ten 2 Five. Spontan, tepuk tangan bergemuruh layaknya jarum jatuh ke lantai (nggak nyambung gitu loh). Begitu musik penuh, tiba-tiba teman-teman yang awalnya duduk manis di kursi yang nyaman, bergerak menuju panggung dan berjoget ria dan bernyanyi bersama. Dan itu juga dipelopori oleh orang yang neriaki kami tadi. Kejutan luar biasa.

Setengah lagu udah dimaini. Semua tetap asyik. Bernyanyi, berjoget ria. Tapi, tiba-tiba, entah kenapa Ilham salah memukul drum-nya lalu dia berhenti. Faruq pun juga gitu. Dan semua penonton tiba-tiba teriak: "Woy, turun. GEMPA!!!" Dan aku melihat ternyata orang-orang sudah pada berlarian. Astaga. Aku keasyikan main gitar. Kami pun langsung turun panggung. Dan juga ternyata, adzan telah berkumandang setengah jalan. Itu artinya Silhouette main pas lagi adzan. Astaghfirullah. Begitu jahatnya kami -_- Gempa pun terjadi saat adzan berkumandang...

Aku dan teman-teman yang lain yang berada di atas panggung nggak merasai gempanya, tapi setelah turun dari panggung, kami semua lihat lampu yang ada di gedung parkir Sun Plaza (letaknya di belakang Smansa) goyang dengan kencangnya. Beneran gempa ternyata -_-

Kami pun semua solat, dan berusaha bersikap biasa. Padahal dalam hati juga mikir, kok bisa gempa pas Silhouette nampil yak? Istilahnya Silhouette benar-benar mengguncang dunia. (maaf terlalu berlebihan kalimatnya :))

Setelah solat Ashar, panitia meminta Silhouette untuk nampil lagi. Karena melihat kebersamaan teman-teman dalam bernyanyi, kami jadinya memilih lagu Marilah Kemari. Padahal selama latihan untuk persiapan perpisahan ini, kami nggak ada bawai lagu Marilah Kemari. Yah, berbekal pengalaman selama latihan dulu-dulu, kami nekat bawai lagu yang udah lama nggak kami bawa. Dan, Alhamdulillah, Silhouette juga berhasil membawa teman-teman bersuka cita dan berjoget bersama-sama.
Ini saat Silhouette bawakan lagu 'I Will Fly" yang KEDUA kali. Emezing!

"Eh, kerenan permainan gitar gue dong" | "Iye..iye.."

Setelah penampilan Silhouette, acara dilanjutkan dengan penampilan setiap kelas yang belum menampilkan kebolehannya. Dan acara penampilan kelas ini ditutup dengan penampilan dari kelas XII IPA 7, kelas si Sulek. Kelas ini membawa lagu yang cukup mengundang pendengar untuk berjoget, dan memang, beberapa teman-teman yang awalnya duduk manis, terbawa suasana dan ikutan joget. Setelah penampilan mereka selesai, pak Tarto, guru yang paling terkenal di Smansa, ngomong melalui Mic: "Anak-anak, bapak beri 2 lagu untuk kalian berpesta!!!"
Beberapa dari kami, teriak minta tambahan lagu. Selama teriak-teriak itu, tiba-tiba musik joget udah diputar, kami pun yang awalnya minta tambahan lagu, spontan joget ria.

Tahukah kalian, wahai teman-teman yang sangat kucintai karena Allah (ciyaah..), aku yang awalnya jaim (jaga image) di situ juga ikutan joget dan nggak ada lagi jaim. Gilak, aku beneran terhanyut, terbawa arus, dan tenggelam~~~~

*hening*






*masih hening*





*nggak sanggup ngetik*





*hampir nangis*






*hening*






Ini perpisahan yang MENAKJUBKAN. Walaupun di sekolah, tetap serasa di gedung. Yang menguntungkannya lagi, lobby Smansa udah mirip lobby hotel beneran :D


***



Dan, UN telah berakhir. Hari terakhir pakai seragam SMA (Aamiin) sudah datang. Dan kita semua berharap, semoga ini memang menjadi hari terakhir pakai seragam SMA.

Nggak ada lagi teman-teman yang punya keunikan yang khusus. Ada yang selalu belajar, ada yang suka melece, ada yang punya suara aneh, ada yang cantik, ada yang tampan.

SMANSA MEDAN adalah sekolah yang di dalamnya terdapat berbagai tingkat sosial. Ada yang cantik/ganteng, ada yang kurang cantik/ganteng. Ada yang kaya, ada yang kurang kaya. Ada yang gaul, ada yang kuper. Ada yang soleh/soleha, ada juga yang nggak bisa jaga diri.

Semua perbedaan itu, nggak terlihat. NGGAK!!! Beda sama sekolah lain yang terlalu membedakan tingkat sosial. Malah sekolah yang di desa-desa itu yang keseringan seperti ini (membedakan tingkat sosial dalam pergaulan) (saya sama sekali nggak ada menjelekkan kualitas sekolah dalam bidang akademis).

Harapan kita, siswa SMA/SMA se-Indonesia tahun 2012 ini lulus UN dengan hasil yang memuaskan. Aamiin.

Semua berakhir.
Keluarga XII IPA 5 dan Pak Tarto


Ad Astra Per Aspera.

If you have enjoyed this entry. Please feel free to bookmark it using your favorite social bookmarking site

4 Responses so far

  • Kaaak, saya ada punya foto-fotonya looo...
    Termasuk foto suasana pas gempa. Kakak mau???
    Cara ngasihnya gimana ya kak????

  • wuih...keren ya. di smansa aja tetap bagus :D

  • Iya, kak. nggak nyangka juga sebenarnya :D

  • Anonim says:

    makasih kak li, -kasie temper acara perpisahan 2011/2012. hahaha

  • Posting Komentar